Tanjungjaya Berkisah, Penanda Bahwa Tanjung Lesung Baik-Baik Saja

lomba mewarnai dan menggambar

Gempa bumi di Pandeglang pada hari Jumat (2/8) malam tidak menyurutkan semangat anak-anak di Tanjung Lesung untuk hadir di acara Tanjungjaya Berkisah yang diselenggarakan oleh tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada di Desa Tanjungjaya, Pandeglang, Banten. Walau diguncang gempa berskala 6,9 SR malam sebelumnya, keesokan harinya mereka masih antusias mengikuti berbagai lomba yang diadakan, mulai dari lomba mewarnai, menggambar, cerdas cermat, hingga penulisan narasi pariwisata desa. Bahkan para peserta di lapangan membludak melebihi jumlah yang telah mendaftar sebelumnya.

Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Tanjungjaya pun sigap dalam menanggapi gempa bumi yang terjadi malam sebelumnya. Melalui acara Tanjungjaya Berkisah, mereka menyampaikan materi-materi mitigasi bencana kepada anak-anak disela-sela acara. Bersama MC acara, anak-anak yang hadir kompak menyanyikan lagu “bila ada gempa” di panggung acara.

Acara Tanjungjaya Berkisah sendiri awalnya diadakan sebagai acara puncak program KKN-PPM Universitas Gadjah Mada di Desa Tanjungjaya yang bertujuan untuk memberi ruang bagi anak-anak Desa Tanjungjaya untuk mengekspresikan kemampuannya. Selain itu, acara tersebut juga menjadi ajang untuk menunjukkan karya seni tradisional khas Tanjung Lesung dan karya kerajinan yang dihasilkan berbagai Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Tanjungjaya seperti anyaman bambu dan ukiran kayu Kampung Kepuh, serta kerajinan bathok kelapa dan keripik Kampung Sukamulya.

Namun dengan kondisi gempa bumi yang terjadi malam sebelumnya, acara Tanjungjaya Berkisah tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan semua potensi yang dimiliki Desa Tanjungjaya untuk pariwisata, melainkan mendadak menjadi sebuah ajang trauma healing dari tim KKN-PPM UGM Tanjungjaya untuk warga, terutama anak-anak. Melalui kegiatan ini, Desa Tanjungjaya seakan-akan mengabarkan kepada dunia : “Ayo datang saja untuk berlibur kesini. Kami aman dan baik-baik saja!”.

Related Posts