Desa Tanjungjaya akan adakan Festival September 2018

TANJUNGJAYA.id – Desa Tanjungjaya akan menggelar festival pada tanggal 28-29 September 2018, yang bertempat di 2 lokasi, yaitu Kampung Cikadu dan Cipanon. Festival ini bertujuan untuk memperkenalkan pariwisata yang ada di Desa Tanjungjaya sebagai salah satu Desa Wisata yang ada di Indonesia.

Desa Tanjungjaya merupakan salah satu desa yang menjadi buffer zone Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata 10 Bali baru di Indonesia. KEK Tanjung Lesung merupakan Kawasan pariwisata yang ada di Desa Tanjungjaya.

Festival ini merupakan event tahunan di Desa Tanjungjaya. Kegiatan dalam event ini diantaranya adalah lomba kolecer, Devile Pesona Tanjung Lesung, Hiburan dari Artis Ibukota, Gelar Seni Cikadu, Launching Pasar Terapung, dan Aktivitas Kampung Wisata.

Untuk informasi lebih lanjut klik festival.tanjungjaya.id

Bagan Resto Tanjungjaya Panimbang, Menikmati Sensasi Makan Berbeda

TANJUNGJAYA.id – Bagan merupakan rumah tangkap ikan yang berdiri di tengah laut. Bagan biasa digunakan oleh nelayan untuk menjaring ikan yang bermain di bawahnya pada malam hari.  Keberadaan bagan ini pernah dituding merusak pemandangan dan “kekumuh” bagi wisatawan yang hendak bertandang ke Kawasan Wisata Tanjung Lesung. Apa jadinya jika bagan dijadikan tempat wisata kuliner?

Minggu, (18/3/2018) langit sangatlah cerah, dibawah panasnya terik matahari, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, menawarkan sensasi baru soal berwisata di pesisir laut.

Kreativitas yang di tunjukan mereka, mengubah bagan nelayan menjadi bagan resto. Nah untuk menuju bagang resto yang ada di Buffer Zone Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung itu, kita harus menggunakan perahu yang sudah di sediakan di bibir pantai Cikadu, karena jarak tempuh dari daratan menuju bagan resto di perkirakan mencapai 500 meter.

Sesampainya di bagan resto, kita langsung di sajikan pemandangan laut lepas. Selain itu, kita juga dapat menikmati makanan atau hidangan laut seperti Ikan Kerapu Bakar, Kepiting Saus Tiram, Cumi Bakar, Udang Rica-rica dan Nasi Akeul.

“Daerah kita kan daerah nelayan, banyak bagan, tapi tidak di manfaatkan keunikannya, makannya kami membuat bagan resto, agar bisa makan dengan sensasi yang berbeda,” kata Ketua Pokdarwis Tanjungjaya, Karim Amrullah.

Menurut Karim, Pokdarwis Tanjungjaya sengaja membuat restaurant di atas bagang, agar wisatawan dapat menikmati sensasi makan di atas bagang yang didominasi terbuat dari kayu dan bambu itu.

Selain itu Pokdarwis juga menyediakan snorkeling bagi wisatawan yang ingin memanjakan diri dengan beraktivitas renang atau menyelam di laut.

“Bagan ini dilengkapi oleh berbagai fasilitas, salah satunya snorkeling. Semoga wisatawan yang berkunjung ke sini (Cikadu-red) puas. Bagan juga suka di pandang sebelah mata, karena terlihat kumuh padahal jika di rawat mempunyai daya tarik untuk wisatawan,”  ujarnya.

SUMBER BERITA