Mahasiswa UGM Dampingi Warga Dalam Membangun Pariwisata Daerah KEK Tanjung Lesung

simulasi paket wisata kepuh

Minggu, 30 Juni 2019 tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada (KKN UGM) tiba di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten. Tim yang terdiri atas 28 anggota ini mengusung tema “Pengembangan Potensi Sumber Daya Manusia dalam Pengelolaan Alam dan Budaya Sebagai Daya Tarik Wisata” untuk membantu warga dalam memajukan potensi pariwisata yang ada di Desa Tanjung Jaya yang termasuk dalam area buffer zone KEK Tanjung Lesung.

Desa Tanjung Jaya sendiri memiliki banyak sekali potensi pariwisata. Di Kampung Cikadu misalnya, ada wisata susur Sungai Cijedang, ada belajar membatik di Sanggar Batik Cikadu, Agrowisata Salak Birus, hingga kerajinan patung badak. Kampung Cipanon memiliki banyak sekali pantai, trip ke Pulau Liwungan hingga paket menanam terumbu karang yang ditawarkan kepada wisatawan mulai dari Rp. 15.000 per orang.

Kedua kampung tersebut merupakan kampung yang sudah terkenal sebagai destinasi wisata di Desa Tanjung Jaya. Bergerak masuk ke daerah perbukitan terdapat Kampung Kepuh, salah satu kampung yang akan dikembangkan sebagai kampung wisata baru di Desa Tanjung Jaya. Kampung Kepuh memiliki banyak sekali atraksi mulai dari penumbukan kopi tradisional, pembuatan gula aren, hingga curug-curug yang masih alami dan belum banyak terjamah. Namun berbagai keindahan alam dan budaya di Kepuh belum banyak diketahui oleh orang-orang.

Survey yang dilakukan oleh tim KKN menemukan bahwa masalah kecakapan SDM pengelola objek pariwisata masih menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi dalam memajukan pariwisata di Desa Tanjung Jaya. Selain itu, terdapat beberapa Industri Kecil Menengah (IKM) yang mempunyai tenaga dengan keahlian yang mumpuni dalam produksi kerajinan namun kekurangan alat dan mesin produksi yang seadanya. Seperti pengrajin batok kelapa di Kampung Sukamulya dan pengrajin anyaman bambu “ABG” (Anyaman Bambu Gunung) yang hanya menggunakan pisau dan mesin rakitan sendiri untuk memproduksi produk mereka.

Peran mahasiswa UGM yang datang ke Desa Tanjung Jaya kemudian adalah membagikan wawasan baru dari berbagai bidang keilmuan yang dipelajari di kampus. Bukan hanya menyampaikan materi-materi, tetapi juga memberikan pendampingan yang diperlukan oleh warga. Beberapa bentuknya diantaranya dengan memberikan pendampingan penyusunan proposal permohonan bantuan kepada IKM yang ada, penguatan organisasi pengelola objek wisata di Desa Tanjung Jaya, serta mengadakan simulasi-simulasi pariwisata yang dibutuhkan untuk meningkatkan kecakapan pengelola objek wisata dan berbagai program lain yang dibutuhkan. Dengan begitu diharapkan setelah kepulangan tim KKN UGM dari Desa Tanjung Jaya warga desa dapat mengelola potensi yang ada disekitarnya dengan optimal sehingga kemudian dapat meningkatkan kesejahteraan untuk warga Desa Tanjung Jaya.

Related Posts