Mahasiswa KKN UGM Resmikan 13 Pangendongan di Perbukitan Tanjung Lesung

https://www.instagram.com/kkntanjungjaya2019/

Sabtu malam (13/7), Mahasiswa KKN UGM memberi nama dan meresmikan 13 Pangendongan baru di Kampung Kepuh, salah satu kampung wisata baru di daerah perbukitan buffer zone KEKTanjung Lesung, yaitu Desa Tanjung Jaya. Peresmian dan pemberian nama Pangendongan ini dilakukan dalam rangka program KKN UGM berupa simulasi wisata di Kampung Kepuh.

Pangendongan sendiri merupakan istilah masyarakat Desa Tanjung Jaya yang memiliki arti penginapan. Suasana yang ditawarkan oleh pangendongan adalah kesederhanaan kehidupan desa yang alami dan asri. Wisatawan yang menginap di pangendongan dapat merasakan sensasi tinggal bersama warga lokal yang ramah dengan suasana yang sederhana namun akrab, hangat, dan nyaman seperti sedang dirumah sendiri.

Simulasi wisata yang dilakukan oleh tim KKN UGM sendiri dimulai sejak Sabtu siang (13/7), dimana saat sampai mahasiswa langsung disambut oleh ibu-ibu yang sedang mengerjakan kerajinan anyaman bambu dan membuat kue balok khas Banten. Setelah itu mahasiswa diarahkan untuk ke pangendongan masing-masing untuk beristirahat. Kemudian mahasiswa diajak untuk menyaksikan banyak atraksi yang disuguhkan oleh warga Kampung Kepuh, mulai dari penumbukan kopi lokal, makan bersama warga yang disajikan secara babacakan, hingga menyusuri curug-curug yang ada di Kampung Kepuh. Pemberian nama untuk pangendongan yang mereka tempati menjadi kegiatan puncak untuk simulasi wisata tersebut.

Nama-nama yang diberikan oleh mahasiswa KKN UGM kepada pangendongan yang mereka tempati berasal dari jenis-jenis pohon; mulai dari Palem, Pinus, Meranti, Mahoni, Peucang, Akasia, Eboni, dan lain-lain. Pemilihan nama jenis-jenis pohon sebagai nama pangendongan dimaksudkan sebagai doa agar usaha pangendongan dan paket wisata di Kampung Kepuh dapat mengangkat tinggi taraf hidup masyarakat di Kampung Kepuh, sembari tetap menjaga tradisi dan adat istiadat masyarakatnya mengakar kuat di sendi-sendi kehidupan masyarakat Kampung Kepuh.

penulis : Muhammad Farhan Anwar

Related Posts